
BACA JUGA:Pihak Propam Polri Akan Melakukan Pemeriksaan Terhadap Siber Polda Jateng Terkait Sukatani Band
BACA JUGA:Kena PHK Massal, 2000 Lebih Buruh Pabrik di Garut Hanya Dipecat Lewat Pesan Singkat
Setelah dilakukan tes DNA hasilnya mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut adalah Feni Ere yang telah dinyatakan hilang sejak 18 Januari 2024.
Rencananya jenazah Feni akan dimakamkan di kampung halaman neneknya di Pantilang, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, pada tanggal 22 Februari 2025.
Sebelum hilang, Feni sempat mengabari orang tuanya bahwa ia kembali ke Palopo setelah berkunjung ke Maili, Luwu Timur selama tiga hari.
Namun, saat ayahnya Parman, mengunjungi rumah Feni ia mendapati pintu rumah rusak dan posisi kunci berubah.
BACA JUGA:Kosmetik Ilegal Merajalela! BPOM Sita 250 Ribu Produk Berbahaya Senilai Rp31,7 Miliar
BACA JUGA:Diduga Tak Direstui, Pengantin Wanita Ditampar Mertua Saat Sungkeman, Berujung Damai Dikantor Polisi
"Kudapat percikan darah di lantai dan kasurnya, sama ada celana sor penuh darah di belakang pintu," Kata Parman.
Ketika masuk ke dalam parman menemukan bercak darah di kamar Feni yang menambah kekhawatirannya.
Parman pun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi pada 26 Januari 2024, tetapi penyelidikan awal tampak tidak membuahkan hasil signifikan.
4 Kejanggalan Temuan Mencurigakan
Terdapat beberapa temuan mencurigakan di balik kematian Feni yang masih menjadi misteri:
1. Kondisi Pintu dan Kunci Rumah
Sebelum hilang posisi kunci rumah Feni berpindah dan gagang pintu dalam keadaan rusak.
"Kan kalau rumah ta' toh ditahu ji kuncinya dimana. Nah itu (kunci) pindah tempat mi sedikit. Sama ada rusak sedikit itu besi-besinya (gagang pintu)," Tutur Parman.
BACA JUGA:Pulang Kampung Makin Mudah! Simak Syarat, Rute & Cara Daftar Mudik Gratis 2025 dari Pemprov Jateng