Seperti yang terjadi pada krisis minyak 1973, bila negara-negara OPEC memutuskan untuk mengurangi produksi minyak, maka harga energi bisa melonjak tajam.
Situasi ini bisa menciptakan inflasi global yang meroket disertai resesi berkepanjangan.
Dunia berada di ambang krisis ekonomi baru. Konflik Timur Tengah bukan hanya isu geopolitik, tapi juga ancaman nyata terhadap ketahanan ekonomi global.
BACA JUGA:Geger! Konflik Iran-Israel Picu Krisis Ekonomi Dunia, Benarkah Rupiah Indonesia Terpuruk?
BACA JUGA:Gila! Tambang Nikel Merugikan, Kerugian Ekonomi Raja Ampat Diduga Tembus sampai Rp852 Miliar
Lonjakan harga minyak, krisis logistik, hingga potensi perang global adalah skenario-skenario yang kini mulai mendekati kenyataan.
Dunia internasional dituntut untuk bertindak cepat sebelum situasi ini berubah menjadi resesi global paling parah dalam dekade terakhir.