Geger! Menkes AS ‘Babat Habis’ Komite Vaksin CDC, Ada Apa?

Selasa 10 Jun 2025 - 10:27 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACA JUGA:Indonesia akan Bersaing dengan Zimbabwe dan Kenya Untuk Menjadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates

Tidak ada pemberitahuan resmi.

Seketika, 117 kursi kosong.

Kementerian Kesehatan AS mengklaim jika penggantian anggota ini akan menghadirkan “suara ilmiah yang lebih kredibel dan bebas dari intervensi kepentingan komersial.”

Banjir Kritik dari Dunia Medis

BACA JUGA:Kemenkes Arab Saudi Imbau Jemaah Haji dan Umrah Indonesia Wajib Vaksinasi Polio dan Meningitis

BACA JUGA:Dinas Pertanian Bangka Belitung Siapkan 4.000 Vaksin PMK untuk Sapi Peternak, Upaya Proaktif Menjaga Pangan

Langkah Kennedy menuai badai kritik dari berbagai pihak.

Para pakar menyebut ini bermuatan politis dan justru mengancam integritas kesehatan publik.

“Ini bukan reformasi, ini pembunuhan karakter terhadap ilmu pengetahuan,” tegas Bruce Scott, Ketua Asosiasi Medis Amerika.

“Dia mencoba memperbaiki sistem yang tidak rusak,” kata Paul Offit, pakar vaksin dari Rumah Sakit Anak Philadelphia.

BACA JUGA:Kasus PMK di Jawa Timur Meningkat, Pemprov Perketat Pengawasan dan Gencarkan Vaksinasi

BACA JUGA:Musim Penyakit! Perkuat Pertahanan Ternak, 500 Sapi di Bandung Divaksinasi Cegah PMK Menular

“Laporan yang ia pakai itu basi! 25 tahun lalu, Bung!” sindir Peter Lurie, eks-petinggi FDA.

Komite Diganti, Tapi Oleh Siapa?

Yang jadi pertanyaan besar, siapa yang akan menggantikan 117 pakar ini?

Banyak yang khawatir Kennedy akan mengisi kursi-kursi kosong dengan orang-orang ‘satu aliran’—yang skeptis atau bahkan antivaksin.

BACA JUGA:Waspada! 63 Warga Kabupaten Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD, Pemerintah Gelar Vaksinasi Massal...

Kategori :