bacakoran.co

Tragedi Longsor di Sumedang: Tebing Ambruk Proyek TPT Lapangan Mini Soccer, 4 Korban Meninggal!

Tragedi Longsor di Sumedang: Tebing Ambruk Proyek TPT Lapangan Mini Soccer, 4 Korban Meninggal--detikNew - detikcom

BACAKORAN.CO - Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (2/1/2026).

Longsor tebing setinggi sekitar 6–7 meter di lokasi proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) untuk lapangan mini soccer menewaskan empat orang pekerja.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam dalam dunia konstruksi di Indonesia, sekaligus mengingatkan betapa pentingnya aspek keselamatan kerja yang sering kali diabaikan.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00–15.00 WIB. Saat itu, delapan pekerja tengah sibuk menggali fondasi TPT.

BACA JUGA:BNN Jawa Barat Bongkar Jaringan Sabu di Karawang, Dua Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti Hampir 100 Gram

BACA JUGA:Pengacara Akui Ridwan Kamil dan Aura Kasih Saling Kenal, Tapi Tidak Ungkap Kedekatan!

Tanpa tanda-tanda peringatan, tebing yang berada di sisi proyek tiba-tiba ambruk.

Material tanah setinggi 2–3 meter dengan luas terdampak sekitar 10 meter langsung menimbun enam orang pekerja.

Situasi berubah mencekam dalam hitungan detik. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, namun empat lainnya terjebak di bawah timbunan tanah yang berat dan sulit ditembus.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Bandung, Muhammad Adip, menjelaskan bahwa kronologi bermula dari aktivitas konstruksi yang menyebabkan kestabilan tebing terganggu hingga akhirnya roboh.

BACA JUGA:Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ketegangan AS–Venezuela Memuncak

BACA JUGA:Pipa Gas PT Trans Gasindo Meledak di Desa Batu Ampar, Api Raksasa Bikin Warga Panik!

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polres Sumedang, TNI, serta warga sekitar segera dikerahkan.

Jumlah personel yang turun mencapai hampir 200 orang, menunjukkan betapa seriusnya operasi penyelamatan ini.

Tragedi Longsor di Sumedang: Tebing Ambruk Proyek TPT Lapangan Mini Soccer, 4 Korban Meninggal!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - sebuah tragedi memilukan terjadi di desa cisempur, kecamatan jatinangor, kabupaten sumedang, jawa barat, pada jumat (2/1/2026).

longsor tebing setinggi sekitar 6–7 meter di lokasi proyek pembangunan tembok penahan tanah (tpt) untuk lapangan mini soccer menewaskan empat orang pekerja.

peristiwa ini menjadi catatan kelam dalam dunia konstruksi di indonesia, sekaligus mengingatkan betapa pentingnya aspek keselamatan kerja yang sering kali diabaikan.

kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00–15.00 wib. saat itu, delapan pekerja tengah sibuk menggali fondasi tpt.

tanpa tanda-tanda peringatan, tebing yang berada di sisi proyek tiba-tiba ambruk.

material tanah setinggi 2–3 meter dengan luas terdampak sekitar 10 meter langsung menimbun enam orang pekerja.

situasi berubah mencekam dalam hitungan detik. dua orang berhasil menyelamatkan diri, namun empat lainnya terjebak di bawah timbunan tanah yang berat dan sulit ditembus.

kepala seksi operasi basarnas bandung, muhammad adip, menjelaskan bahwa kronologi bermula dari aktivitas konstruksi yang menyebabkan kestabilan tebing terganggu hingga akhirnya roboh.

tim sar gabungan yang terdiri dari basarnas, bpbd, polres sumedang, tni, serta warga sekitar segera dikerahkan.

jumlah personel yang turun mencapai hampir 200 orang, menunjukkan betapa seriusnya operasi penyelamatan ini.

namun, medan yang sempit dan risiko longsor susulan membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan.

tidak ada alat berat yang digunakan demi menjaga keselamatan para penyelamat. semua dilakukan secara manual, dengan cangkul, sekop, dan tangan kosong.

upaya ini berlangsung di bawah cuaca mendung yang sesekali disertai hujan, semakin menambah kesulitan tim di lapangan.

meski demikian, semangat gotong royong antara aparat dan warga tetap menyala, berusaha sekuat tenaga menyelamatkan korban.

dua pekerja yang selamat berhasil dievakuasi pada sore hari. mereka segera dibawa ke rs unpad untuk mendapatkan perawatan intensif.

sementara itu, pencarian terhadap empat korban lainnya terus dilakukan hingga malam.

suasana penuh ketegangan menyelimuti lokasi, setiap detik terasa begitu panjang bagi keluarga dan rekan kerja yang menunggu dengan cemas.

akhirnya, sekitar pukul 19.00 wib, korban terakhir berhasil ditemukan, menandai berakhirnya operasi evakuasi yang dramatis.

identitas korban meninggal dunia kemudian diumumkan. mereka adalah ade (60 tahun), warga cileunyi; hadmi gunawan (40 tahun), warga rancaekek wetan; irfan kurniadi (40 tahun), warga cileunyi wetan; serta heri firmansyah (40 tahun), warga jatinangor.

kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga masing-masing, sekaligus meninggalkan luka bagi masyarakat sekitar yang turut menyaksikan tragedi tersebut.

bupati sumedang, dony ahmad munir, memberikan pernyataan tegas. menurutnya, proyek pembangunan tpt tersebut tidak memiliki izin resmi.

oleh karena itu, peristiwa ini bukanlah bencana alam murni, melainkan kecelakaan kerja yang terjadi akibat kelalaian.

pernyataan ini memperkuat dugaan adanya unsur pelanggaran hukum dalam proyek tersebut.

polres sumedang pun segera melakukan penyelidikan, memeriksa sembilan saksi termasuk mandor proyek untuk mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana.

tragedi ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan kerja di sektor konstruksi.

meski hujan dan cuaca mendung sempat menghambat proses evakuasi, faktor utama tetap terletak pada lemahnya pengawasan dan ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan.

pekerja yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban dari kelalaian pihak yang bertanggung jawab atas proyek.

peristiwa longsor cisempur bukan hanya sekadar berita duka, tetapi juga peringatan keras bagi semua pihak. keselamatan kerja tidak boleh dianggap remeh.

setiap proyek pembangunan harus melalui prosedur perizinan yang jelas, analisis risiko yang matang, serta penerapan standar keselamatan yang ketat.

tanpa itu semua, nyawa pekerja akan terus menjadi taruhan, dan tragedi serupa bisa kembali terjadi.

Tag
Share