bacakoran.co

Bukan Menilang, Ini Cara Efektif Tingkatkan Kepatuhan Berlalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H, M.Hum, menegaskan bahwa setiap anggota polantas memiliki 20 sahabat dari rekanan ojek online (ojol), tukang parkir, hingga supir angkutan.-Humas Polri -

BACAKORAN.CO - Polri mengklaim memiliki cara lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Cara itu bukan melakukan penilangan.

Cara yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan berlalu lintas adalah melakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas ojek online atau ojol.

Bahkan, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H, M.Hum, menegaskan bahwa setiap anggota polantas memiliki 20 sahabat dari rekanan ojek online (ojol), tukang parkir, hingga supir angkutan.

"Polantas bisa dekat dengan komunitas ojol dan bahkan perintah saya ke jajaran, satu anggota Polantas punya sahabat driver, punya sahabat tukang parkir, punya sahabat komunitas-komunitas," ujar Agus Suryonugroho.

BACA JUGA:Inilah 3 Komitmen Polri, Nomor 3 Dinanti Gebrakannya Ya Pak…

Lanjuta Agus, langkah ini diambil dalam rangka menerapkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat. 

Menurutnya, pendekatan personal itu lebih efektif dalam membangun kedekatan dan kesadaran lalu lintas ketimbang melakukan penilangan.


Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H, M.Hum menilai bahwa menilang tak lagi efektif dalam meningkatkan kepatuhan berlalu lintas.-Humas Polri-

Irjen Pol. Agus mengatakan bahwa strategi itu nantinya akan dibarengi edukasi dan sosialisasi langsung kepada komunitas pengguna jalan, baik di posko, pangkalan ojol, hingga titik keramaian lalu lintas.

Harapannya edukasi tatap muka membuat masyarakat patuh bukan karena takut ditilang, tapi sadar dari dirinya sendiri.

“Ini menyadarkan setelah kami berkomunikasi dengan masyarakat, memberi contoh kepatuhan dan kesadaran berlalu lintas, impact-nya cukup bagus," ungkapnya.

BACA JUGA:Tigran Suami Donna Fabiola, Buronan Kasus Narkoba DWP Bali Akhirnya Menyerahkan Diri ke Bareskrim Polri

"Bahwa masyarakat patuh dengan dirinya sendiri, disiplin dengan sendirinya sendiri sehingga ketika menggunakan kendaraan di jalan, mereka patuh dengan aturan lalu lintas,” lanjutnya.

Selain itu, Kakorlantas juga menegaskan penegakan hukum saat ini tetap berjalan, namun mengutamakan pola preemtif, preventif, dan humanis," jelasnya. 

Bukan Menilang, Ini Cara Efektif Tingkatkan Kepatuhan Berlalu Lintas

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - polri mengklaim memiliki cara lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. cara itu bukan melakukan penilangan.

cara yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan berlalu lintas adalah melakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas ojek online atau ojol.

bahkan, kakorlantas polri irjen pol drs. agus suryonugroho s.h, m.hum, menegaskan bahwa setiap anggota polantas memiliki 20 sahabat dari rekanan ojek online (ojol), tukang parkir, hingga supir angkutan.

"polantas bisa dekat dengan komunitas ojol dan bahkan perintah saya ke jajaran, satu anggota polantas punya sahabat driver, punya sahabat tukang parkir, punya sahabat komunitas-komunitas," ujar agus suryonugroho.

lanjuta agus, langkah ini diambil dalam rangka menerapkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat. 

menurutnya, pendekatan personal itu lebih efektif dalam membangun kedekatan dan kesadaran lalu lintas ketimbang melakukan penilangan.


kakorlantas polri irjen pol drs. agus suryonugroho s.h, m.hum menilai bahwa menilang tak lagi efektif dalam meningkatkan kepatuhan berlalu lintas.-humas polri-

irjen pol. agus mengatakan bahwa strategi itu nantinya akan dibarengi edukasi dan sosialisasi langsung kepada komunitas pengguna jalan, baik di posko, pangkalan ojol, hingga titik keramaian lalu lintas.

harapannya edukasi tatap muka membuat masyarakat patuh bukan karena takut ditilang, tapi sadar dari dirinya sendiri.

“ini menyadarkan setelah kami berkomunikasi dengan masyarakat, memberi contoh kepatuhan dan kesadaran berlalu lintas, impact-nya cukup bagus," ungkapnya.

"bahwa masyarakat patuh dengan dirinya sendiri, disiplin dengan sendirinya sendiri sehingga ketika menggunakan kendaraan di jalan, mereka patuh dengan aturan lalu lintas,” lanjutnya.

selain itu, kakorlantas juga menegaskan penegakan hukum saat ini tetap berjalan, namun mengutamakan pola preemtif, preventif, dan humanis," jelasnya. 

"sementara penindakan masif dilakukan melalui etle (electronic traffic law enforcement) agar transparan dan berkeadilan," tegasnya.

“bagaimana kami bisa merangkul masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat, masuk ke kelompok-kelompok ataupun ojol ataupun mungkin hobi-hobi kendaraan termasuk para sopir," ungkap agus.

"kami memberi edukasi, memberikan penjelasan pentingnya berlalu lintas. jadi tidak mengedepankan penegakan hukum kecuali kita melakukan penegakan hukum secara masif menggunakan etle,” ucapnya.

Tag
Share