Apa Beda Pinjaman KUR dan Non KUR? Ini Penjelasan Lengkapnya Biar Tidak Salah Pilih
Apa beda pinjaman KUR dan non KUR? Simak perbedaan bunga, syarat, plafon, dan kegunaannya agar tidak salah memilih kredit.-Ilustrasi -
BACAKORAN- Banyak masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman ke bank masih sering bingung membedakan pinjaman KUR dan non KUR.
Padahal, memahami perbedaan keduanya sangat penting agar dana yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Bank-bank besar seperti BRI, Mandiri, dan BNI menyediakan dua jenis kredit ini dengan karakteristik yang sangat berbeda.
Lalu, apa beda pinjaman KUR dan non KUR? Berikut ulasan lengkapnya yang disajikan secara ringan, modern, dan mudah dipahami.
BACA JUGA:Cara Mengecek Angsuran KUR BRI dengan Mudah dan Cepat Lewat HP, Ini Langkahnya
Pengertian Pinjaman KUR
KUR atau Kredit Usaha Rakyat adalah program pembiayaan dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan.
Tujuan utama KUR adalah mendukung pelaku UMKM agar bisa berkembang dengan akses modal yang lebih mudah dan bunga rendah.
Keunggulan utama pinjaman KUR terletak pada subsidi bunga dari pemerintah, sehingga suku bunganya jauh lebih ringan dibanding kredit biasa.
KUR hanya boleh digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha, penambahan stok, atau investasi alat usaha.
Pengertian Pinjaman Non KUR
Sementara itu, pinjaman non KUR adalah kredit reguler bank yang tidak mendapat subsidi pemerintah.
Jenis pinjaman ini lebih fleksibel karena bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik produktif maupun konsumtif.
Pinjaman non KUR mencakup berbagai produk seperti BRIGuna, Kupedes Non KUR, Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, hingga kredit konsumtif untuk karyawan.
BACA JUGA:Cara dan Syarat KUR BRI Online 2026, Mudah dan Cepat Cair, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan
Perbedaan Pinjaman KUR dan Non KUR
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan utama antara pinjaman KUR dan non KUR:
1. Suku Bunga
Pinjaman KUR memiliki bunga lebih rendah, rata-rata sekitar 6% per tahun karena disubsidi pemerintah.
Sedangkan pinjaman non KUR memiliki bunga lebih tinggi, tergantung kebijakan bank dan profil risiko debitur.
BACA JUGA:Cara Ajukan KUR Mandiri Tanpa Jaminan dengan Mudah, Apa Saja Syaratnya?
2. Tujuan Penggunaan Dana
KUR hanya boleh digunakan untuk usaha produktif.
Dana KUR tidak boleh digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti renovasi rumah pribadi atau membeli gadget.
Sebaliknya, pinjaman non KUR lebih fleksibel dan bisa digunakan untuk kebutuhan apa pun, termasuk konsumtif.
3. Plafon Pinjaman
Plafon KUR dibatasi sesuai kategori:
- KUR Mikro
- KUR Kecil
- KUR Menengah
Pinjaman non KUR umumnya memiliki plafon lebih besar, bahkan bisa mencapai miliaran rupiah tergantung agunan dan kemampuan bayar.
BACA JUGA:Jangan Salah! Ini Daftar Orang yang Tidak Bisa Mendapat KUR
4. Jaminan atau Agunan
KUR Mikro biasanya tanpa jaminan tambahan, sementara KUR Kecil dan Menengah mulai membutuhkan agunan.
Pinjaman non KUR lebih sering mensyaratkan agunan, terutama untuk pinjaman bernilai besar.
5. Syarat dan Administrasi
Syarat KUR relatif lebih ketat dalam legalitas usaha, karena diawasi langsung oleh pemerintah.
Pinjaman non KUR cenderung lebih fleksibel, tetapi analisis kredit tetap dilakukan secara menyeluruh oleh bank.
BACA JUGA:KUR Ditolak Karena Apa? Ini Penyebab Paling Umum dan Cara Menghindarinya
6. Sasaran Peminjam
KUR dikhususkan untuk pelaku UMKM yang usahanya sudah berjalan.
Pinjaman non KUR bisa diajukan oleh karyawan, profesional, wiraswasta, hingga perusahaan.
Mana yang Lebih Cocok: KUR atau Non KUR?
Pemilihan antara KUR dan non KUR tergantung pada tujuan dan kondisi finansial masing-masing peminjam.
Pilih KUR jika:
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Perbedaan KUR Mikro dan KUR Kecil yang Wajib Diketahui
- Memiliki usaha aktif
- Ingin bunga rendah
- Membutuhkan modal usaha produktif
Pilih Non KUR jika:
- Dana digunakan untuk kebutuhan pribadi atau konsumtif
- Membutuhkan plafon besar
- Tidak memenuhi syarat KUR
BACA JUGA:KUR BNI 2026: Ini Syarat Lengkap Pengajuan untuk UMKM, Cek Ketentuannya di Sini
Perbedaan pinjaman KUR dan non KUR terletak pada bunga, tujuan penggunaan, plafon, jaminan, dan fleksibilitas.
KUR unggul dari sisi bunga ringan, sementara non KUR unggul dalam fleksibilitas penggunaan dana.
Dengan memahami perbedaan ini, calon debitur bisa menentukan jenis pinjaman yang paling tepat tanpa risiko keuangan di masa depan.