bacakoran.co

Mentan Amran Ancam Tindak Tegas Pihak Yang Memainkan Harga Pangan

Mentan Amran saat sidak ke pasar-Kementan-

BACAKORAN.CO - Pemerintah ancam akan tindak tegas pihak-pihak yang memainkan harga pangan jelang akhir tahun. Penjualan bahan pangan tidak boleh di atas harga eceran tertinggi atau HET. 

Ancaman ini diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/12). 

Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi di saat Natal dan Tahun baru, kemudian seenaknya menaikkan harga di atas HET," ujar Mentan Amran. 

BACA JUGA:Kementan Gelar Gerakan Pangan Murah di 828 Titik di Jawa Timur

"Sekali lagi, kita adalah produsen minyak goreng terbesar di dunia. Tidak ada alasan untuk naik. Harus ikuti HET yang ada,” lanjutnya. 

Dalam sidak pasar tersebut, Mentan Amran menemukan harga minyak goreng rakyat masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan harga di lapangan berkisar hingga Rp18.000 per liter. 

Dia menegaskan bahwa penelusuran akan difokuskan pada rantai hulu, khususnya produsen dan distributor, bukan pedagang eceran.


Mentan pastikan Pemerintah bersikap tegas bagi uyang suka memainkan harga pangan -Kementan-

“Jangan diganggu pedagang pengecernya. Tapi produsennya langsung. Tidak ada alasan harga minyak goreng naik,” tegasnya.

Mentan Amran juga menekankan bahwa secara nasional tidak terdapat alasan fundamental bagi kenaikan harga pangan.

“Sekarang beras, minyak goreng tidak ada alasan naik. Karena saat ini produksinya tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa pedagang kecil tidak boleh menjadi korban dari praktik tidak sehat di tingkat hulu. Ia mengingatkan agar pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebihan segera ditindak.

BACA JUGA:Kementan Siapkan Langkah Lindungi Petani Singkong, Begini Rencananya

Mentan Amran Ancam Tindak Tegas Pihak Yang Memainkan Harga Pangan

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - pemerintah ancam akan tindak tegas pihak-pihak yang memainkan harga pangan jelang akhir tahun. penjualan bahan pangan tidak boleh di atas harga eceran tertinggi atau het. 

ancaman ini diutarakan menteri pertanian (mentan) andi amran sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tebet barat, jakarta selatan, selasa (30/12). 

sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan saat natal dan tahun baru (nataru). 

"kami tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi di saat natal dan tahun baru, kemudian seenaknya menaikkan harga di atas het," ujar mentan amran. 

"sekali lagi, kita adalah produsen minyak goreng terbesar di dunia. tidak ada alasan untuk naik. harus ikuti het yang ada,” lanjutnya. 

dalam sidak pasar tersebut, mentan amran menemukan harga minyak goreng rakyat masih dijual di atas harga eceran tertinggi (het), dengan harga di lapangan berkisar hingga rp18.000 per liter. 

dia menegaskan bahwa penelusuran akan difokuskan pada rantai hulu, khususnya produsen dan distributor, bukan pedagang eceran.


mentan pastikan pemerintah bersikap tegas bagi uyang suka memainkan harga pangan -kementan-

“jangan diganggu pedagang pengecernya. tapi produsennya langsung. tidak ada alasan harga minyak goreng naik,” tegasnya.

mentan amran juga menekankan bahwa secara nasional tidak terdapat alasan fundamental bagi kenaikan harga pangan.

“sekarang beras, minyak goreng tidak ada alasan naik. karena saat ini produksinya tinggi,” ujarnya.

lebih lanjut, mentan amran menegaskan bahwa pedagang kecil tidak boleh menjadi korban dari praktik tidak sehat di tingkat hulu. ia mengingatkan agar pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebihan segera ditindak.

“jangan ganggu mereka. saat ini yang mencari untung banyak, apalagi serakahnomics, keserakannya sudah tinggi sekali,” ujar mentan amran.

mentan amran memastikan pemerintah akan menindak tegas pelaku usaha di hulu apabila terbukti sengaja memanfaatkan momentum hari besar keagamaan untuk mencari keuntungan berlebihan.

“bila perlu, kalau memang dia sengaja untuk mencari keuntungan, itu disegel dan izinnya dicabut,” tegas mentan.

di saat yang sama, mentan amran mengapresiasi pedagang beras yang telah menjual komoditas pangan di bawah het. menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

“kami ucapkan terima kasih kepada pedagang yang dulu berjanji menurunkan harga beras di bawah het,” kata mentan amran.

salah satu pedagang pasar tebet barat, junaidi, menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak goreng tidak berdampak pada besarnya margin keuntungan pedagang.

“untung per liter keuntungan dapat rp1.000-an. kita naikin harga juga kesian juga sama rakyat juga,” kata junaidi.

 

Tag
Share