Mesin Mati Perahu Getek Terbalik, Satu Penumpang Ditemukan Tewas Setelah 2 Hari Pencarian
Perahu getek karam, korban tenggelam di Sungai Seguci OKU Timur. (foto: kholid) sumeks--
BACAKORAN.CO -- Diduga mesin mati saat melaju di tengah arus deras, sebuah perahu getek terbalik dan karam di aliran Sungai Siguci, anak Sungai Komering, di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Minggu sore 28 Desember 2025.
Akibat kejadian itu, satu orang penumpang yang diketahui bernama Herman (32), warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur dikabarkan tenggelam dan hilang karena diseret arus sungai yang deras.
Selasa siang, 30 Desember 2025, jasad korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi sudah meninggal.
Jasad korban ditemukan sekira 30 km dari titik kejadian tepatnya sudah masuk wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
BACA JUGA:Liburan ke Bandung? Jangan Lewatkan Kawah Putih, Tangkuban Perahu, dan Sunan Ibu Sunrise Point!
BACA JUGA:2 Korban Perahu Tenggelam di Sungai Rawas Ditemukan Tak Bernyawa
Keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa perahu getek karam itu terjadi Minggu sore sekira pukul 17.00 WIB.
Saat itu korban Herman bersama dua rekannya yang baru selesai melakukan pekerjaan membersihkan lahan milik Halim, hendak kembali ke Desa Gunung Jati dengan menggunakan perahu getek.
Nah di tengah perjalan, tiba-tiba mesin perahu getek itu mati sehingga perahu oleng dan terbalik akibat di ayun gelombang.
Ketiganya terjatuh ke sungai. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai, namun naas bagi Herman yang terseret arus deras hingga akhirnya tenggelam.
BACA JUGA:5 Rekomendasi AC Hemat Listrik 2025: Murah, Ramah Lingkungan, dan Adem Maksimal!
BACA JUGA:5 iPhone Paling Layak Dibeli Tahun 2026! Dari Seri Terbaru Hingga Generasi yang Masih Relevan
Kepala Kantor SAR Palembang melalui Kasi Operasi Manca Rahwanto SE mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Senin 29 Desember 2025 pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Menindaklanjuti informasi itu, satu tim rescue langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian. “Pencarian sudah kita lakukan sejak Senin pagi. Metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dan dua sektor pencarian,” ujar Manca.
Ia menjelaskan, SRU 1 melakukan penyisiran di atas permukaan air secara visual dengan menggunakan perahu karet serta perahu milik masyarakat.