bacakoran.co

Viral! Suami Bunuh Istri di Bombana Usai Protes Tak Ada Makanan di Rumah, Pelaku Sempat Kelabui Warga

Suami Bunuh Istri di Bombana Usai Protes Tak Ada Makanan di Rumah./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

BACAKORAN.CO - Kasus pembunuhan istri oleh suami yang terjadi di Sulawesi Tenggara mengungkap potret kelam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian. 

Kedua peristiwa memilukan ini terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, memicu keprihatinan publik dan aparat penegak hukum atas eskalasi konflik domestik yang berujung fatal.

Cekcok Soal Makanan Berujung Maut

Kasus ini terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. 

Seorang wanita berinisial J (35) ditemukan tewas mengenaskan di kebun belakang rumahnya di Dusun Lemboea 1, Desa Rompurompu, Kecamatan Poleang Utara. 

BACA JUGA:Rekonstruksi Kasus Anggota TNI Bunuh Istri di Deli Serdang, Pelaku Acungkan Jari Tengah ke Keluarga Korban

BACA JUGA:Keji! Fakta Baru Terungkap, Wadison Bunuh Istri dan Lukai Diri Sendiri Seakan-akan Dirampok dengan Cara Ini!

Pelaku pembunuhan tak lain adalah suaminya sendiri, S (40), yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bombana, Ipda Muhammad Ridwan, konflik bermula dari pertengkaran sepele terkait makanan. 

“Awalnya pulang tapi tidak mendapati makanan dan terjadi cekcok,” ujarnya, dikutip dari DetikSulsel, Minggu (5/10/2025).

Pertengkaran tersebut terjadi pada Rabu (1/10) dan berlanjut hingga malam hari. 

Korban sempat meminta izin untuk keluar rumah, namun pelaku menolak. 

“Dari situ mereka kembali terlibat cekcok,” tambah Ridwan.

Puncak pertikaian terjadi pada Kamis (2/10) sekitar pukul 02.30 Wita. 

Saat itu, korban meminta suaminya untuk memasak air guna membuatkan susu bagi anak mereka. 

Viral! Suami Bunuh Istri di Bombana Usai Protes Tak Ada Makanan di Rumah, Pelaku Sempat Kelabui Warga

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - kasus oleh suami yang terjadi di sulawesi tenggara mengungkap potret kelam kekerasan dalam rumah tangga () yang berujung pada kematian. 

kedua peristiwa memilukan ini terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, memicu keprihatinan publik dan aparat penegak hukum atas eskalasi konflik yang berujung fatal.

cekcok soal makanan berujung maut

kasus ini terjadi di kabupaten bombana, sulawesi tenggara. 

seorang wanita berinisial j (35) ditemukan tewas mengenaskan di kebun belakang rumahnya di dusun lemboea 1, desa rompurompu, kecamatan poleang utara. 

pelaku pembunuhan tak lain adalah suaminya sendiri, s (40), yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

menurut keterangan kasi humas polres bombana, ipda muhammad ridwan, konflik bermula dari pertengkaran sepele terkait makanan. 

“awalnya pulang tapi tidak mendapati makanan dan terjadi cekcok,” ujarnya, dikutip dari detiksulsel, minggu (5/10/2025).

pertengkaran tersebut terjadi pada rabu (1/10) dan berlanjut hingga malam hari. 

korban sempat meminta izin untuk keluar rumah, namun pelaku menolak. 

“dari situ mereka kembali terlibat cekcok,” tambah ridwan.

puncak pertikaian terjadi pada kamis (2/10) sekitar pukul 02.30 wita. 

saat itu, korban meminta suaminya untuk memasak air guna membuatkan susu bagi anak mereka. 

namun, permintaan tersebut berujung pada tindakan brutal. 

“pelaku lalu menyiramkan air panas yang dimasak ke tubuh korban. karena ketakutan dan kesakitan, korban lari ke belakang rumah,” ungkap ridwan.

tak berhenti di situ, pelaku mengejar korban sambil membawa parang. 

korban yang berusaha menyelamatkan diri tertangkap di sebuah kebun tak jauh dari rumah mereka. 

“korban ditikam dari belakang hingga meninggal dunia di lokasi. setelah itu pelaku meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah,” jelas ridwan.

pelaku berusaha mengelabui warga

kasus ini awalnya disangka sebagai tindak kejahatan oleh orang tak dikenal. 

namun, penyelidikan polisi mengarah pada orang terdekat korban. 

kasat reskrim polres bombana, iptu yudha febri widanarko, mengungkapkan bahwa motif pelaku diduga berkaitan dengan konflik rumah tangga.

“ada dugaan perselisihan dalam keluarga yang berujung pada tindak kekerasan. motifnya masih terus kami dalami,” ujarnya.

polisi juga menduga adanya kecemburuan dan masalah ekonomi sebagai pemicu. 

ironisnya, setelah menghabisi istrinya, pelaku berpura-pura menemukan jasad korban dan mengarahkan warga agar percaya bahwa kematian j akibat serangan pihak luar. 

“pelaku berusaha mengelabui petugas dengan cara berpura-pura menemukan jasad istrinya,” tambah yudha.

namun, kejanggalan di lokasi kejadian serta keterangan saksi akhirnya menguatkan dugaan keterlibatan s. 

pelaku diamankan pada sabtu (4/10/2025) dan kini menghadapi pasal berlapis terkait pembunuhan berencana serta kdrt yang mengakibatkan kematian.

Tag
Share