Darurat BBM di Jember! Pemerintah Liburkan Sekolah dan Terapkan WFH untuk ASN?
Krisis BBM di Jember memaksa sekolah beralih ke pembelajaran daring. Simak kebijakan terbaru Pemkab Jember, dampaknya terhadap pendidikan, dan solusi yang diterapkan.--Youtube-CNN Indinesia
BACAKORAN.CO - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak akhir Juli 2025 telah menimbulkan dampak luas, termasuk pada sektor pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah cepat dan strategis dengan menerbitkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh sekolah di bawah naungan Pemkab untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.
Latar Belakang Krisis BBM
Melansir dari video youtube CNN Indonesia, kelangkaan BBM di Jember dipicu oleh penutupan Jalur Gumitir, penghubung utama antara Jember dan Banyuwangi.
BACA JUGA:Viral! Truk Bermuatan BBM Meledak di Sintang–Pontianak, Begini Kronologinya
BACA JUGA:Salip Fuso, Truk Tangki BBM PT Putra Nusa Energy Tabrak 2 Rumah
Penutupan ini menghambat distribusi BBM dari Depo Banyuwangi, menyebabkan antrean panjang di SPBU dan kelumpuhan transportasi umum maupun pribadi.
Banyak siswa tidak dapat berangkat ke sekolah karena kendaraan mereka kehabisan bahan bakar.
Kebijakan Sekolah Diliburkan
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa mulai Selasa, 29 Juli 2025, seluruh siswa SD dan SMP diizinkan belajar dari rumah menggunakan sistem daring.
BACA JUGA:Bukan di Papua, Harga BBM Tembus Rp 80 Ribu per liter di Provinsi ini!
Kebijakan ini berlaku hingga pasokan BBM kembali normal.
Untuk sekolah SMA dan madrasah yang berada di bawah kewenangan provinsi dan Kementerian Agama, Pemkab Jember masih melakukan koordinasi agar kebijakan serupa bisa diterapkan.
Respons Sekolah dan Guru
Sejumlah sekolah, seperti SMPN 1 dan SMPN 4 Jember, langsung menyesuaikan dengan kebijakan ini.
BACA JUGA:Harga BBM Turun Awal Mei 2025, Pertamax Jadi Lebih Murah, Cek Daftar Lengkap di Daerah Kamu