bacakoran.co

Polisi Gadungan Berpangkat AKP Membakar Rumah Gadang, Babak Belur Dihakimi Massa

Ilustrasi kebakaran, Polisi gadungan membakar rumah di Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. --Kolase Bacakoran/Posmetro Padang/Shutterstock/

BACAKORAN.CO - Seorang remaja yang mengaku sebagai polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) telah ditangkap oleh warga di Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. 

Remaja tersebut dituduh melakukan pembakaran terhadap beberapa rumah di daerah tersebut pada Rabu dini hari, 12 Februari 2025. 

Kejadian ini menambah panjang catatan kriminal atas namanya setelah sebelumnya juga terlibat dalam kasus serupa.

Kejadian bermula ketika dua unit Rumah Gadang dan dua rumah permanen milik warga terbakar. 

BACA JUGA:Palestina Bersatu! Hamas-Fatah Kompak Tolak Trump Relokasi Warga Gaza

BACA JUGA:Cemburu Buta Berujung Maut! Pria di Kalideres Bacok Teman hingga Tewas Secara Sadis, Begini Kronologinya

Warga yang merasa curiga dan geram dengan kehadiran seorang pria berpakaian dinas polisi langsung mengamankan dan menghakiminya hingga babak belur. 

Beruntung pihak kepolisian dari Polres Payakumbuh segera tiba di lokasi untuk mencegah aksi massa yang lebih jauh dan membawa pelaku berinisial RGS ke kantor polisi.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, melalui Kasat Reskrim AKP Doni Prama Dona, mengonfirmasi penangkapan ini. 

Diketahui bahwa RGS, yang ternyata masih di bawah umur, telah melakukan tindakan serupa sebelumnya.

BACA JUGA:3 Kali Dipanggil Jaksa, Mantan Kepala Sekolah di Musi Rawas Mangkir

BACA JUGA:PHK Batal! Pegawai TVRI dan RRI Bisa Bernafas Lega, Ini Penyebab Berubahnya Keputusan!

Pada November 2024, ia juga diamankan oleh warga atas tuduhan pembakaran Rumah Gadang.

Saat ditangkap, RGS membawa tas yang berisi sejumlah barang termasuk laptop. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah RGS adalah pelaku utama dari pembakaran ini. 

Polisi Gadungan Berpangkat AKP Membakar Rumah Gadang, Babak Belur Dihakimi Massa

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - seorang remaja yang mengaku sebagai polisi dengan pangkat ajun komisaris polisi (akp) telah ditangkap oleh warga di nagari koto tangah batu ampa, kecamatan akabiluru, kabupaten limapuluh kota,

remaja tersebut dituduh melakukan pembakaran terhadap beberapa rumah di daerah tersebut pada rabu dini hari, 12 februari 2025. 

kejadian ini menambah panjang catatan atas namanya setelah sebelumnya juga terlibat dalam kasus serupa.

kejadian bermula ketika dua unit rumah gadang dan dua rumah permanen milik warga terbakar. 

warga yang merasa curiga dan geram dengan kehadiran seorang pria berpakaian dinas polisi langsung mengamankan dan menghakiminya hingga babak belur. 

beruntung pihak kepolisian dari polres payakumbuh segera tiba di lokasi untuk mencegah aksi massa yang lebih jauh dan membawa pelaku berinisial rgs ke kantor polisi.

kapolres payakumbuh, akbp ricky ricardo, melalui kasat reskrim akp doni prama dona, mengonfirmasi penangkapan ini. 

diketahui bahwa rgs, yang ternyata masih di bawah umur, telah melakukan tindakan serupa sebelumnya.

pada november 2024, ia juga diamankan oleh warga atas tuduhan pembakaran rumah gadang.

saat ditangkap, rgs membawa tas yang berisi sejumlah barang termasuk laptop. namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah rgs adalah pelaku utama dari pembakaran ini. 

“terduga pelaku pembakaran berinsial rgs sebelumnya juga pernah diamankan di mapolres payakumbuh karena hal yang sama, tapi saat ini memang kita sedang dalam tahap pemeriksaan secara intensif jadi kita belum bisa memastikan apakah benar pelaku ini yang memba­karnya,” ujar akp doni.

selain itu beredar video di media sosial yang menunjukkan warga menginterogasi pria muda tersebut dalam bahasa minang. 

warga curiga karena usianya yang masih muda sudah berpakaian seragam polisi dengan pangkat akp. 

dalam video tersebut rgs terlihat dikelilingi oleh warga dengan tangan diikat ke belakang.

selama kebakaran terjadi rgs bahkan berusaha membantu proses evakuasi, yang semakin membuat warga curiga. 

kepada pihak kepolisian rgs mengaku memakai seragam polisi untuk membantu dan agar mendapat perhatian lebih saat menolong orang lain. 

seragam tersebut menurut pengakuannya ia dapatkan dari toko perlengkapan dinas di kota payakumbuh.

kasat reskrim akp doni menyatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut bagaimana remaja ini bisa mendapatkan seragam polisi dengan mudah dan apakah ada keterkaitannya dengan kebakaran yang terjadi. 

"kami masih dalam tahap pendalaman kasus ini. segala kemungkinan masih kami telusuri," jelasnya.

Tag
Share