bacakoran.co - bulan merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam islam.
banyak umat muslim yang berusaha meningkatkan amal ibadah mereka, terutama di .
namun, ada berbagai hadits yang beredar mengenai keutamaan bulan ini, yang ternyata tidak semuanya shahih.
ustaz adi hidayat menegaskan bahwa terdapat banyak hadits palsu seputar malam nisfu sya'ban.
termasuk salah satunya keyakinan bahwa buku catatan amal manusia ditutup pada malam tersebut.
lantas, bagaimana sebenarnya penjelasan dari para ulama terkait hal ini?
hadits-hadits palsu seputar malam nisfu sya'ban
menurut , banyak hadits yang beredar terkait keutamaan malam nisfu sya'ban.
sebagian hadits tersebut memiliki derajat lemah (dha’if), sementara yang lain bahkan masuk kategori palsu (maudhu’).
1. hadist kewajiban menghidupkan nisfu sya'ban
salah satu hadits yang sering dikutip berbunyi:
"jika datang malam pertengahan bulan sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dengan shalat dan puasalah di siangnya."
hadits ini diriwayatkan dalam sunan ibnu majah (kitab pertama, halaman 421) dan sunan al-baihaqi (jilid 3, halaman 387).
namun, hadits ini dikategorikan sebagai hadits palsu oleh para ulama hadits.
termasuk syaikh al-albani dalam kitab silsilah al-ahadits adh-dha’ifah wal-maudhu’ah (no. 2132).
penyebab hadits ini dianggap palsu adalah adanya perawi bernama ibnu abi syaibah, yang dikenal sebagai pemalsu hadits.
oleh karena itu, diimbau untuk berhati-hati dalam mengamalkan hadits-hadits yang tidak memiliki dasar kuat dalam islam.
meskipun banyak hadits palsu, ada beberapa hadits shahih yang menyebutkan keutamaan malam pertengahan sya’ban.
salah satunya adalah riwayat dari abu musa al-asy’ari, yang dikutip dalam silsilah al-ahadits as-shahihah (no. 1144) karya syaikh al-albani:
"sesungguhnya allah mengamati seluruh makhluk-nya pada malam pertengahan sya’ban, lalu mengampuni seluruh hamba-nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan dengan saudaranya."
hadits ini menunjukkan bahwa malam nisfu sya’ban memiliki keutamaan sebagai malam di mana allah mengampuni dosa-dosa hamba-nya.
kecuali bagi mereka yang masih menyimpan kebencian atau menyekutukan allah.
2. hadits buku catatan amal ditutup di malam nisfu sya’ban
salah satu keyakinan yang beredar luas di masyarakat adalah bahwa buku catatan amal manusia ditutup pada malam nisfu sya’ban.
ustaz adi hidayat menegaskan bahwa keyakinan ini tidak memiliki dasar dalam hadits yang .
dalam islam, buku catatan amal hanya ditutup dalam dua kondisi, yaitu:
1. ketika seseorang wafat
setelah seseorang meninggal dunia, amal perbuatannya berhenti dicatat, kecuali tiga hal, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh (hr. muslim).
2. bagi tiga golongan tertentu
rasulullah ﷺ bersabda: "diangkat pena (tidak dicatat amalnya) dari tiga golongan: anak kecil hingga baligh, orang gila hingga sembuh, dan orang yang tidur hingga bangun." (hr. abu dawud dan tirmidzi)
berdasarkan hadits ini, tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa buku catatan amal manusia ditutup khusus pada malam nisfu sya’ban.
keyakinan tersebut adalah mitos yang tidak didukung oleh sumber islam yang valid.
bulan sya'ban memang memiliki keutamaan.
tetapi kita harus berhati-hati dalam mengamalkan hadits-hadits yang tidak jelas keshahihannya.
beberapa hadits yang menyebutkan amalan khusus di malam nisfu sya’ban, seperti salat dan tertentu, terbukti palsu.
adapun hadits shahih menunjukkan bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam di mana allah mengampuni dosa hamba-nya.
kecuali bagi mereka yang musyrik dan masih menyimpan permusuhan.
selain itu, anggapan bahwa buku catatan amal ditutup di malam nisfu sya’ban juga tidak memiliki dasar dalam hadits yang shahih.
sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk mengisi malam nisfu sya’ban dengan ibadah yang memang memiliki dalil kuat.
seperti shalat malam, membaca al-qur’an, dan memperbanyak .
namun, kita juga harus menghindari amalan yang tidak memiliki dasar dari ajaran rasulullah ﷺ.